Di Prank Santrinya, Pengasuh PP Ulumuddin Terharu
CIREBON. Pengasuh Pondok Pesantren Ulumuddin, Aan Rif'anuddin di prank oleh santrinya. Kejadian ini berlangsung di Mesjid Jami Ulumuddin saat berlangsung acara rutinan marhaban pada malam Jum'at, 12/12/19.
Bukan tanpa sebab, prank yang dilakukan santri PP Ulumuddin ini adalah dalam rangka merayakan ulang tahun abah Aan, sapaan santri kepada pengasuhnya, yang ke 52 pada 8/12 lalu.
Mulanya kegiatan marhaban berlangsung seperti biasa, namun sesaat setelah doa dibacakan tiba-tiba listrik padam. Tentu saja ini adalah sudah disetting oleh pengurus santri dan ustadz yang telah bekerja sama.
Berdasarkan perkiraan dan rencana Jaki, lurah PP Ulumuddin, bisa dipastikan jika yang akan turun tangan menangani listrik adalah Abah Aan.
"Saya yakin sekali jika berkenan dengan masalah listrik Abah akan langsung turun tangan, karena biasanya juga begitu, kalaupun tidak ya nanti gimana caranya harus sama Abah" tutur jaki.
Sesuai rencana, karena Abah Aan lah yang mengetahui seluk beluk listrik di pondok, beliau langsung mengecek ke saklar listrik.
Sementara Abah Aan mengecek saklar listrik, beberapa pengurus menyiapkan kejutan di mesjid dengan berupa banner dengan lukisan wajah beliau dan tulisan "barokallah fii umrik" yang dipegang beberapa santri di barisan terdepan.
Dan ketika Abah melintasi pintu mesjid untuk mengecek listrik mesjid lampu langsung dinyalakan, tulisan "barakallah fii umrik" diangkat oleh santri dan dilantunkanlah syair "mabruk alfa mabruk" oleh group Hadroh yang mengawal jalannya rutinan marhaban.
Abah Aan pun langsung di gandeng oleh ibu Rini, istri beliau yang sudah di ajak kerjasama sebelumnya, kemudian berjalan bersama ke mesjid tepat di depan santri-santrinya. Kue ulang tahun dengan lilin yang telah menyala pun mengikuti langkah beliau.
Setelah memanjatkan doa lilin pun di tiup, kemudian kueh di potong lalu di suapkan ke ibu Rini, tak mau kalah ibu Rini pun menyuapi suaminya itu dengan penuh kemesraan, disambut oleh riuh tepuk tangan dari santrinya.
Beberapa kado dari santri yang telah dipajang sebelumnya kemudian diberikan secara simbolis oleh lurah dan ustad.
Menurut Jaki, prank ini merupakan kado dari santri kepada kyainya.
" Bukan maksud mengerjai tapi kami ingin memberikan kejutan buat Abah, sebagai orang tua kami di pondok" ucap Jaki saat di temui di Aula 2 PP Ulumuddin.
Setelah perayaan sederhana itu selesai, Abah Aan memberikan ucapan terimakasih pada santri-santrinya.
"Sepanjang 52 tahun baru kali ulang tahun Abah dirayakan seramai ini, sedari awal memang agak curiga dengan kelakuan ibu yang gak biasa, tapi Abah ucapkan terimakasih atas kejutan ini" ungkap beliau dengan mata yang berkaca-kaca. (Ainun).
Comments
Post a Comment