PMPT Laksanakan MUSANG ke-22
CIREBON. Paguyuban Priangan Timur (PMPT) Kembali menggelar agenda tahunan Musyawarah Anggota (MUSANG) ke 22 dengan tema "Hirup kudu sauyunan, Ka cai jadi saleuwi, Ka darat jadi salogak, sapapait samamanis, sabagja satanggung jawab" di SDIT Nusintama cempaka dan Priangan Coffe Majasem pada 14-16 Desember 2019.
PMPT merupakan salah satu Organisasi Daerah (Orda) yang cukup eksis dikalangan mahasiswa Cirebon, karena terhitung sudah 22 tahun menjadi wadah bagi mahasiswa Priangan timur (terdiri dari Ciamis, Tasikmalaya, Pangandaran, Banjar, Sumedang, Garut) yang sedang menuntut ilmu di Cirebon.
MUSANG ini merupakan forum tertinggi dalam pengambilan keputusan. Dalam forum ini semua anggota mempunyai kesempatan yang sama untuk mengevaluasi segala persoalan yang terkait dengan eksistensi dan kinerja organisasi yang melingkupi totalitas perkembangan organisasi, guna menjamin kualitas organisasi diperiode yang akan datang.
Acara di mulai dengan opening ceremony, saresehan, sidang pleno 1 tentang aturan sidang, dilanjutkan dengan penentuan presidium sidang, pembacaan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Kepengurusan PMPT periode 2018/2019, sidang komisi hingga penentuan dan pemilihan formatur dan mide formatur melalui musyawarah mufakat dan ditutup dengan closing ceremony.
Menurut Dadan Hamdani, demisioner Ketua Umum PMPT 2018/2019, inti dari MUSANG ini adalah fase dimana pergantian estafet kepengurusan baru dilakukan.
"Maksud diadakannya MUSANG intinya adalah pergantian kepengurusan, selain itu MUSANG juga berperan sebagai pemompa semangat untuk organisasi khususnya di PMPT" Ujar Dadan.
"Saya harap MUSANG ini bisa menjadi sebuah pembelajaran buat anggota ataupun calon pengurus untuk menuju organisasi yang lebih baik lagi, ya khususnya dalam menentukan pemimpin yang yang akan menahkodai PMPT sesuai dengan harapan dan keinginan semuanya" tambahnya.
Persidangan yang cukup alot dan beberapa kendala teknis membuat waktu yang digunakan untuk sidang relatif lama yaitu dari pukul 18.30 pada Sabtu 14/12 hingga Senin 16/12 pukul 01.30. yang menjadi kendala adalah keadaan anggota yang tidak memungkinkan hingga sidang ditunda selama 13 jam di hari kedua dan kondisi cuaca yang kurang bersahabat dihari yang sama pula.
Dengan berbagai keterbatasan dan berbagai kendala, sidang yang dipimpin Acep Fahmi sebagai Presidium sidang 1 pada akhirnya mampu menetapkan Rijal Zahid Mustofa sebagai formatur dan Sholehudin sebagai mide formatur terpilih.
Dalam sambutan pertamanya Rijal menyampaikan bahwa semua anggota harus bertanggung jawab atas kesepakatan yang telah dibuat.
"Pan tadi teh musyawarah mufakat nu intina Abi anu disepakati (menjadi formatur), tapi engke Dina jalana kepengurusan yang bertanggung jawab adalah semua, saya bertanggung jawab atas apa yang kalian sepakati dan kalian bertanggung jawab atas apa yang kalian sepakati, jadi nanti keberlangsungan dalam organisasi kebanyakan adalah kesepakatan kalian bukan saya" ungkap Rijal.
Sementara dalam sambutan lainnya Arif yang mewakili pembina PMPT menitipkan untuk menjaga komunikasi dan silaturahmi kepada senior PMPT.
"Yu Ngabring, samperkeun senior" ajak Arif.
" Titip jaga komunikasi jeung silaturahmi, sabab eta nu ngajaga tali batin urang sasama orang Priangan, kena mun Aya nanaon kan moal hese" tambah Arif menjelaskan makna singkat dari silaturahmi yang dimaksud. (Ainun)


Comments
Post a Comment